Dear readers, artikel ini berisi tentang tips-tips untuk mendapatkan Schengen Visa, multiple-entry, untuk 6 bulan lamanya. Mungkin akan berbeda untuk masing-masing embassy, atau masing-masing officer di tiap embassy yang menangani dokumen kita, namun tidak ada salahnya untuk menambah informasi sebelum apply Schengen Visa.

Mengapa harus multiple-entry?

Multiple-entry visa membolehkan visitor untuk singgah dan stay beberapa hari di lebih dari dua Schengen area. Lebih dari dua? Iya, karena selain multiple dan single-entry, ada opsi untuk two-entry Schengen Visa. Sehingga minimal kita punya tujuan untuk berkunjung ke lebih dari dua negara yang termasuk Schengen area.

Mengapa harus 6 bulan?

Alasan khas ibu2, biar ngirit biaya nggak bolak balik apply dan bayar Schengen Visa tiap kali apply. Kita ini bangsa yang merdeka! Cukup sekali saja kita ditindas untuk membayar Schengen Visa, jangan bolak balik, hahaha.. Merdekaa!!

Bagaimana jika kita baru punya satu negara tujuan saja untuk saat ini?

Mungkin untuk sekarang, kita hanya butuh untuk mengunjungi satu negara di Schengen area untuk satu tujuan pasti (misal: konferens), tapi kita ingin mendapatkan multiple-entry untuk beberapa bulan ke depan yang mungkin belum tahu negara apa dan dengan tujuan apa.

Bisa, dengan catatan, kita harus memiliki kemampuan dan keinginan mencari bukti pendukung untuk meyakinkan officer. Paling mudah dan reasonable adalah menggunakan tujuan tourism visit (foya-foya! haha). Yang harus kita pastikan terlebih dahulu adalah tujuan utama satu negara pertama yang akan kita kunjungi. Misal, kita pasti butuh Schengen Visa untuk konferens di Italy, untuk dua negara berikutnya kita belum tahu (ambil contoh Portugal dan Spanyol untuk kunjungan berikutnya). Untuk plan ini, kita harus apply di negara pertama yang akan kita tuju, yaitu Italy embassy. Ini ibarat pintu masuknya Schengen area.

Penuhi semua kebutuhan dokumen untuk di negara Italy, at least pastikan dulu bahwa bukti pendukung single-entry Schengen Visa untuk Italy sudah aman dipegang tangan.

Next, bagaimana caranya agar diberi multiple instead of single-entry?

Buatlah itinerary (rencana perjalanan) yang melibatkan multi-negara pada satu rute perjalanan pertama. Bingung yes? Jadi gini, tujuan utama tadi konferens di Italy tanggal 21-23 Februari misalkan, jangan langsung balik ke negara asal pada tanggal 23 Februari (walaupun memang pada kenyataannya juga akan langsung balik). Tambahkan plan untuk tanggal 24 Februari dengan penerbangan langsung dari Italy, misal penerbangan yang mewajibkan mampir Portugal selama 8 jam, atau akan menginap semalam di Portugal Airport Hostel, yang ujungnya akan balik ke negara asal (Ireland) keesokan harinya (tanggal 25 Februari). Dengan begitu, si officer ibaratnya kita ‘paksa’ untuk tidak bias memberikan hanya single-entry Schengen visa saja dalam kesempatan kunjungan pertama.

Please tolong diingat, pastikan dokumen untuk konferens di Italy sudah fix dan meyakinkan. Karena si officer akan masa-bodoh-urusan-elu-bukan-di-guwe apabila kita kehilangan tiket pesawat atau paid hotel booking di Portugal apabila dokumen pertama kita untuk Italy tidak meyakinkan.

Next, bagaimana caranya agar diberi multiple instead of two-entry?

Mungkin kita bisa saja berargumen bahwa si officer bisa saja memberikan two-entry untuk kebutuhan kita saat ini (Italy 21-23 Feb, Portugal 24-25 Feb). Benar, untuk kebutuhan ini, peluang untuk diberikan two-entry akan lebih besar daripada diberikan multiple-entry. Task berikutnya adalah memperpanjang durasi stay di Schengen area. Kalau dihitung-hitung dari kebutuhan diatas, kita akan masuk ke Schengen area via Italy tanggal 21 Feb, keluar via Portugal tanggal 25 Feb, total cuma 5 hari 4 malam di Schengen area. Si officer akan memberikan multiple bila durasi stay kita di Schengen area lebih dari 7-10 hari (saya pernah baca dimana lupa, kalua ketemu akan di attach segera).

Sehingga opsi kita ada beberapa,

  • tambah negara lain setelah Portugal
  • perpanjang stay di negara Italy dan Portugal sehingga total durasi bisa lebih dari 10 hari
  • keluar dari Portugal pada tanggal 25 Feb, tapi masuk lagi ke Spanyol seminggu atau dua minggu kemudian, untuk tourism visit selama beberapa hari.

Sekali lagi kita seakan-akan ‘mendobrak’ batasan untuk two-entry agar mendapatkan multiple-entry dengan cara: membuat itinerary untuk lebih dari dua negara dengan durasi singgah lebih dari 10 hari dalam satu perjalanan atau dua perjalanan yang berdekatan.

Please tolong diingat, pastikan dokumen untuk konferens di Italy sudah fix dan meyakinkan. Karena si officer akan masa-bodoh-urusan-elu-bukan-di-guwe apabila kita kehilangan tiket pesawat atau paid hotel booking di Portugal apabila dokumen pertama kita untuk Italy tidak meyakinkan. Saya tidak bosan-bosannya untuk copas paragraph ini berulang kali karena penting untuk digaris bawahi 😀

Next, bagaimana caranya agar diberi multiple untuk 6 bulan instead of 1 bulan atau 3 bulan?

Pada titik ini, kalaulah Tuhan merestui dengan diberikan niat baik kepada officer, kita sudah aman di titik multiple-entry tapi untuk satu bulan, belum 6 bulan. Seperti contoh-contoh sebelumnya, amankan 3 bulan lalu amankan 6 bulan. Bagaimana caranya?

Tambahkan itinerary untuk perjalanan ke negara setelah Spanyol, misal Belgium. Tidak pada sembarang tanggal, namun paskan di setelah 3 bulan. Bingung yes? Jadi misal worst case, officer akan memberi kita multiple-entry untuk 1 bulan dengan expiry date akhir Maret. Buat itinerary lagi pas di sekitaran minggu kedua Maret 😀 Ibarat kata, nanggung mau kasih 1 bulan, eh seminggu kemudian si kita nongol lagi di Schengen area, eaaaa… kasih lah 3 bulan (ini kasuistik yes, lumayan jarang dikasih multiple-entry 3 bulan dalam shot pertama).

Kita bisa mengulangi dengan cara yang sama untuk mendapatkan 6 bulan, pasang itinerary untuk di sekitaran akhir bulan Mei. Pas pergantian 3 bulan dari bulan Februari.

Perlu saya copas lagi ndak paragraph untuk mengingatkan kevalidan dokumen untuk kunjungan pertama? 😀 hehe… ibarat kontruksi bangunan, pondasinya haruslah paling dalam dan paling kuat, niscaya mau bangun berapa lantai keatas pun, insyaAllah akan tetap kuat.

Now, bagaimana memperkuat kevalidan dokumen untuk kunjungan pertama?

Tujuan kunjungan. Tujuan kunjungan pertama sebisa mungkin jangan tourism. Visit family kek, ikut short-course kek, konferens kek. Lalu penuhi semua kebutuhan yang diminta sesuai di website seperti:

  • Irish re-entry visa (maks 3 bulan masih berlaku)
  • Receipt sudah bayar short-course atau conference
  • Surat keterangan registrasi dari kampus (berkop surat, bertanda tangan, berstempel)
  • Surat pengantar dari Professor (berkop surat, bertanda tangan, berstempel, dan ada CP professor)
  • Paid flight tickets, ini nggak harus sih, tapi mendingan bawa yang sudah paid, bukan sekadar book.
  • Alamat tempat tinggal, ini juga nggak harus sih, mengingat si officer akan masa-bodoh-urusan-elu-bukan-di-guwe apabila kita kehilangan tiket pesawat atau paid hotel booking. Tapi memang paling tidak, dokumen ini kita miliki.
  • Asuransi kesehatan (ternyata ini lebih penting daripada asuransi perjalanan)

Seingat saya ada beberapa dokumen lain yang perlu ditambahkan, agar tidak misleading, tolong rujuk ke embassy tujuan untuk lebih detailnya. Tetapi paling tidak, dokumen yang tercantum diatas sudah lengkap.

Bagi yang butuh template itinerary, bisa didownload dimari yes. Singkat kata, apa yang ditulis pada artikel ini hanyalah tips dan trik, yang menjamin pasti akan diberikannya multiple-entry Schengen Visa selama 6 bulan pada attempt pertama. Namun, artikel ini dibuat dari intisari berhasilnya pengalaman-pengalaman lebih dari satu orang yang membuktikan bahwa jalan ini ‘feasible’ untuk dilakukan.

Oleh karenanya, selain berusaha dan berdoa mendapatkan yang terbaik, melalui artikel ini, penulis juga memberikan ucapan terima kasih kepada perantau-perantau yang ikut urun rembug dalam diskusi-diskusi santai yang berkontribusi pada setiap langkah yang ditulis dalam artikel ini.

Thanks to:

  • My lab mate, Iranian lady, Ramisa Hamed.
  • My amazing Indonesian friend, Egtheasilva Artella (semoga gak salah eja! T.T) a.k.a mbak Tessa.
  • My big bother brother, Lintang Jati Prasojo.

Penulis: Retno Vinarti

Update per 11 January 2018.

Published by ppiirlandia

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Republik Irlandia adalah wadah pemersatu putra-putri Indonesia baik itu pelajar ataupun pemuda yang berada di Irlandia.

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: